Coban Parang Tejo: Air Terjun Tersembunyi di Malang yang Memukau

Coban Parang Tejo: Air Terjun Tersembunyi di Malang yang Memukau

Pendahuluan

Wisatour.com  - Kalau ngomongin Malang, pasti yang kebayang pertama kali itu dinginnya udara, bakso, sama apel. Tapi jujur, Malang itu lebih dari sekadar kuliner dan kebun apel. Ada satu tempat yang nggak banyak orang tahu, tapi begitu sampai sana… rasanya kayak nemu dunia lain. Namanya Coban Parang Tejo.

Bayangin aja, di tengah hutan yang masih asri, ada airterjun tinggi dengan suara gemericik yang bikin hati adem. Anginnya sepoi-sepoi, udaranya fresh banget, dan kalau lagi beruntung, bisa lihat pelangi tipis di bawah guyuran air. Cocok banget buat kamu yang pengen kabur sebentar dari riuhnya kota dan nyari ketenangan sambil foto-foto kece.

Aku pertama kali ke sini gara-gara diajak temen, katanya, “Wis, ayo rek, tak ajak dolan nang air terjun sing iso nyegerin ati.” Dan bener aja, pas sampai sana, rasanya pengen langsung rebahan di batu sambil ngelamunin masa depan. Lho kok malah baper? 😆

Baca Juga: Wisata Air Terjun di Malang: 22 Coban Terindah dan Paling Hits

Sejarah & Asal-usul Nama Coban Parang Tejo

Oke, sebelum kita lanjut cerita, aku mau kasih sedikit background biar kamu ngerti kenapa namanya agak unik. Dalam bahasa Jawa, “Coban” artinya air terjun. Jadi, kalau di Malang atau sekitarnya ada tempat yang namanya diawali “Coban”, udah pasti isinya air terjun.

Nah, “Parang Tejo” itu punya makna yang cukup puitis. “Parang” artinya tebing atau batu besar, sedangkan “Tejo” itu cahaya. Kalau digabung, artinya kira-kira “tebing yang bercahaya”. Konon, waktu dulu, masyarakat sekitar sering lihat pantulan cahaya dari tebing karena sinar matahari kena percikan air terjun. Makanya disebut Parang Tejo.

Ada juga cerita lokal yang bilang, dulu di sini sering muncul pelangi kecil pas pagi atau sore. Masyarakat percaya itu tanda berkah dari alam. Apalagi Coban Parang Tejo ini lokasinya agak terpencil, jadi auranya masih alami banget, nggak tersentuh modernisasi berlebihan.

Kalau lihat perkembangan dari dulu sampai sekarang, tempat ini dulunya cuma diketahui warga desa sekitar. Jalannya masih tanah, nggak ada papan petunjuk, apalagi tempat duduk buat istirahat. Sekarang udah lumayan rapi—meskipun tetap mempertahankan kesan liar dan alami. Buatku pribadi, justru itu yang bikin tempat ini beda dari air terjun mainstream.

Lokasi & Cara Menuju Coban Parang Tejo

Nah, ini bagian penting. Coban Parang Tejo terletak di Dusun Princi, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kalau mau gampang, tinggal ketik “Coban Parang Tejo” di Google Maps, nanti langsung ketemu titik koordinatnya.

Kalau dari pusat kota Malang, jaraknya sekitar 20-25 km. Waktu tempuhnya kira-kira 45 menit sampai 1 jam, tergantung kecepatan dan kondisi jalan. Kalau naik motor, rasanya lebih seru karena bisa lebih fleksibel dan gampang nyelip kalau ketemu jalan sempit. Tapi kalau bawa mobil juga bisa, cuma ya harus siap skill nyetir di jalan agak menanjak dan berliku.

Akses transportasi:

  • Kendaraan pribadi: Motor paling enak, hemat bensin, dan bisa parkir dekat pintu masuk.
  • Transportasi umum: Bisa naik angkot jurusan Landungsari, lanjut ojek ke lokasi. Tapi jujur, kalau naik umum agak ribet, mending patungan sama teman bawa kendaraan sendiri.

Kondisi jalan: Dari pusat kota sampai desa terakhir jalannya lumayan mulus. Tapi pas mendekati lokasi, jalannya sempit, ada beberapa tanjakan, dan sedikit berbatu. Jadi pastikan kendaraan dalam kondisi prima.

Tips waktu terbaik berkunjung:

Menurutku, paling oke datang pagi antara jam 07.00 – 09.00. Selain udara masih dingin, cahaya mataharinya juga bagus buat foto. Kalau siang, ya siap-siap gosong sedikit, walau teduhnya hutan lumayan membantu.

Baca Juga: Petualangan Tak Terlupakan Menuju Coban Pelangi: Tempat Dimana Alam dan Hati Menyatu

Daya Tarik Utama Coban Parang Tejo

a. Keindahan Air Terjun

Begitu masuk area utama, kamu langsung disambut suara air jatuh dari ketinggian sekitar 50-60 meter. Debit airnya stabil, bahkan saat musim kemarau tetap mengalir. Airnya jernih, dingin banget—kayak es batu cair langsung dari freezer alam.

Di sekitarnya, ada bebatuan besar yang bisa dipakai duduk atau foto-foto. Tapi hati-hati licin, apalagi kalau kena lumut. Aku pernah coba berdiri di batu gede buat gaya heroik, eh malah hampir nyemplung. Untung masih ada gengsi yang menahan. 😅

b. Spot Foto Instagramable

Spot Foto Instagramable Coban Parang Tejo

Kalau kamu pecinta foto, siap-siap kehabisan memori di HP. Ada beberapa spot kece:

  • Tebing tinggi dengan lumut hijau
  • Aliran sungai kecil yang bening banget
  • Pepohonan rimbun yang bikin suasana dramatis
  • Pelangi tipis di kaki air terjun kalau matahari pas

Waktu terbaik buat foto itu pagi atau sore, saat cahaya matahari masuk dari sela pepohonan. Efeknya kayak filter golden hour alami. Kalau mau lebih dramatis, bawa tripod dan pakai mode long exposure, biar air terjunnya kelihatan halus banget di foto.

c. Keanekaragaman Flora & Fauna

Di sini, kamu bakal lihat berbagai jenis tanaman khas pegunungan. Ada pakis besar, lumut tebal, sampai bunga-bunga kecil liar yang cantik banget. Faunanya juga lumayan beragam—burung kecil, kupu-kupu warna-warni, dan kalau beruntung, bisa ketemu kera ekor panjang yang lagi nongkrong di pohon.

Tapi ingat, jangan kasih makan hewan liar sembarangan. Biarkan mereka hidup dengan makanan alami dari alam. Lagian, kalau dikasih ciki atau biskuit, nanti mereka malah ketagihan dan jadi sering ganggu pengunjung.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Coban Parang Tejo

Trekking & Hiking Ringan

Bagi pencinta alam, trekking di Coban Parang Tejo menjadi kegiatan wajib. Jalur menuju air terjun tidak terlalu terjal, sehingga cocok untuk pemula. Waktu tempuh rata-rata sekitar 20–30 menit dari area parkir.
Menurut keterangan salah satu pengelola lokal, Pak Sugiarto,

“Jalur trekking di sini sengaja kami jaga agar tetap alami, tapi aman. Kami ingin pengunjung tetap merasakan nuansa hutan asli.”

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan hutan pinus dan suara gemericik air dari kejauhan. Ini menjadi pengalaman yang menenangkan dan memanjakan mata.

Piknik Keluarga

Area sekitar Coban Parang Tejo memiliki spot datar yang ideal untuk piknik. Banyak pengunjung membawa bekal sendiri, lalu menikmati makan siang sambil ditemani udara sejuk pegunungan. Warung-warung lokal juga menyediakan menu khas seperti nasi jagung, tempe mendoan, dan kopi tubruk yang menambah nuansa otentik.

Camping & Glamping

Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana malam di tengah alam, tersedia area untuk camping sederhana. Masyarakat setempat kini juga mulai mengembangkan glamping (glamorous camping) untuk wisatawan yang ingin kenyamanan lebih. Kegiatan ini turut mendukung ekonomi warga karena mereka menyediakan perlengkapan sewa tenda, sleeping bag, dan konsumsi.

Wisata Fotografi

Spot utama tentu adalah air terjun setinggi ±50 meter dengan tebing batu eksotis. Cahaya pagi yang menembus rimbunnya pepohonan menciptakan efek sinematis untuk foto. Banyak fotografer lokal yang menjadikan Coban Parang Tejo sebagai lokasi pemotretan prewedding.

Baca Juga: Coban Jahe: Healing Sejuk di Tengah Hutan Asri 🌿

Fasilitas dan Harga Tiket Masuk

Informasi Tiket Masuk & Parkir

Harga tiket masuk Rp10.000/orang (update 2025) dan biaya parkir Rp3.000 untuk motor serta Rp5.000 untuk mobil. Harga ini cukup terjangkau, sehingga menjadi destinasi ramah kantong.
Menurut Kepala Desa setempat,

“Pendapatan dari tiket masuk sebagian kami gunakan untuk memperbaiki jalur trekking dan menambah fasilitas umum.”

Fasilitas

Fasilitas di Coban Parang Tejo sudah memadai untuk wisata alam:

  • Toilet bersih di area parkir dan dekat pintu masuk trekking
  • Warung makan yang menjual makanan khas desa
  • Gazebo dan area istirahat
  • Tempat sampah di beberapa titik
  • Mushola sederhana

Ketersediaan Pemandu Wisata

Jika ingin penjelajahan yang lebih informatif, tersedia pemandu lokal dengan tarif sekitar Rp50.000–Rp100.000 per rombongan. Mereka biasanya juga membantu mengambil foto di spot terbaik.

Tips Berkunjung ke Coban Parang Tejo

Perlengkapan yang Harus Dibawa

  • Botol minum isi ulang
  • Kamera atau ponsel dengan baterai penuh
  • Peralatan piknik jika ingin makan di lokasi

Pakaian & Alas Kaki yang Sesuai

Kenakan pakaian yang nyaman dan cepat kering, serta alas kaki anti-slip. Musim hujan membuat jalur sedikit licin.

Etika Menjaga Kebersihan dan Kelestarian Alam

Pengunjung diminta tidak membuang sampah sembarangan. Warga setempat juga melarang memetik tanaman atau merusak batuan di sekitar air terjun.
Seperti kata seorang pemandu,

“Kalau kita ingin tempat ini tetap indah, semua pengunjung harus ikut menjaga.”

Destinasi Wisata Terdekat

Air Terjun Lain di Sekitar Malang

  • Coban Rondo – Air terjun populer dengan akses yang mudah
  • Coban Talun – Dikenal dengan spot foto kreatif dan taman bunga
  • Coban Pelangi – Memiliki fenomena pelangi alami di sekitar air terjun

Wisata Alam dan Kuliner Terdekat

  • Kebun Teh Wonosari – Cocok untuk melihat hamparan kebun teh dan mencoba teh segar
  • Kampung Wisata Pujon Kidul – Menawarkan kafe dengan pemandangan sawah
  • Kuliner Khas Malang seperti bakso, rawon, dan sate kelinci yang bisa ditemukan di jalur pulang

Kesimpulan

Coban Parang Tejo adalah destinasi wisata alam tersembunyi di Kabupaten Malang yang menawarkan kombinasi keindahan, udara sejuk, dan ketenangan. Dengan harga tiket terjangkau, aktivitas seru, dan fasilitas memadai, tempat ini cocok untuk wisata keluarga, komunitas, maupun solo traveler.

Selain memberi pengalaman menyegarkan, kunjungan ke Coban Parang Tejo juga berdampak positif pada ekonomi warga sekitar melalui tiket, parkir, kuliner, dan jasa pemandu. Maka dari itu, mari kunjungi dan jaga kelestarian Coban Parang Tejo.

FAQ tentang Coban Parang Tejo

Berapa harga tiket masuk?

Rp10.000/orang, parkir motor Rp3.000, mobil Rp5.000.

Apa waktu terbaik untuk datang?

Musim kemarau (Juni–Agustus) atau pagi hari saat cahaya masih indah.

Apakah cocok untuk anak-anak?

Ya, jalur trekking tergolong mudah, namun tetap perlu pengawasan orang tua.

Apakah aman untuk berenang?

Tidak disarankan berenang tepat di bawah air terjun karena arus cukup deras. Lebih aman bermain air di aliran sungai yang dangkal.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar